John Black

Wanita Paruh Baya Rentan Alergi Wi-Fi Internet

Orang dengan alergi makanan atau minuan memang harus berpantang untuk melindungi diri. Namun bagaimana jika ada orang yang mengaku alergi terhadap sinyal Wi-Fi (Wireless Fidelity)

Adalah Sarah Dacre, wanita berusia 51 tahun ini mengaku alergi terhadap radiasi gelombang elektromagnetik. Dacre yang berdomisili di London, Inggris ini mengatakan perangkat modern yang ada saat ini seringkali membuat ia sakit kepala

Dacre ternyata tak sendiri, karena kini makin banyak orang mengaku diri mereka sensitif terhadap radiasi gelombang elektromagnetik. Menurut Dacre, hal pertama yang paling membuatnya rentan alergi adalah router Wi-Fi, disusul ponsel.

Lalu bagaimana ia menghindari radiasi? Cara inilah yang unik. untuk melindungi diri, di balik cat magnolia yang memulas dinding rumahnya, Darce terlebih dulu melapisi dinding dengan lembaran timah. Jendelanya pun berlapis jaring perak. Sementara jika bepergian, ia selalu mengenakan penutup kepala khusus berwarna perak serta jaring yang menutupi wajah dan leher.

“Saya yakin, orang pasti tertawa melihat saya. Tapi tidak apa-apa, selama ini membuat saya merasa nyaman,” kata Darce mengomentari penampilannya saat bepergian.

Tidak nyaman memang bagi orang-orang seperti Dacre, waktu bepergiannya pun tak pernah lama karena ia harus selalu menghindarkan diri dari orang-orang yang membawa ponsel.

Darce merasakan gelagat alerginya sejak lima tahun yang lalu. Ketika itu dia masih sangat sibuk dengan berbagai kegiatan. Saat merasakan gejalanya, dia menyangka itu rasa pusing biasa karena kelelahan.

Dr Sarah Myhill, dari rumah sakit General Medical Council mengatakan, “Tidak diragukan lagi bahwa alergi elektromagnetik adalah fenomena nyata, saya sudah melihat banyak orang mengidap electro-magnetic radiation (EMR),” ujarnya.

Gejalanya, pengidap EMR bisa mengalami kerontokan rambut, rasa sakit, tekanan darah tinggi, gangguan pencernaan dan ingatan, serta sakit kepala dan pusing.

    None Found
1 Comment
  • yuwafi
    July 24, 2008
    Reply #1

    Sebagaimana saya ketahui dari Buku “Hindari Ketergantungan Obat” bahwa alergi makanan bisa juga disebabkan oleh menumpuknya alergen secara berlebihan pada otot otot besar dan perubahan struktur pada tapak kaki dan betis sehingga saluran darah mebnjadi tidak lancar.
    Penyembuhannya dengan normalisasi PENNASIA untuk menormalisasi proses reaksi yang terjadi dalam tubuh secara maksimal sehingga dapat sembuh alami. Untuk lebih jauh, silahkan kunjungi http://www.SembuhAlami.com

Leave a Reply:




Similar Posts
    None Found
Latest Comments My Flickr
DSC_0771flickr_12    DSC_0752flickr_11    Bangkok_flickr_10    DSC_0717flickr_09    DSC_0668flickr_08    DSC_0636flickr_07